Jelajahi Web

Kerja Bakti dan Kerja Bukti

kerja bakti
Kerja Bakti di Kelurahan Dangerakko
Kerja bakti bukan kerja paksa. Tapi kerja untuk kita sendiri, tapi dikemas dengan bersama-sama. Ini salah satu upaya para lurah untuk menjaga kebersihan di wilayah kerjanya.

Teman satu ini, Enal begitu akrabnya, kebetulan dia menjabat lurah. Dia ditempatkan di Kelurahan Dangerrakko. Di situ, program kerja bakti selalu dilaksanakannya. Katanya sih, selain untuk kebersihan, kerja bakti baik untuk silaturahmi.

Pernyataan ini memang seperti adanya. Ingat waktu dulu, ketika masih kecil, di zaman Pak Harto, ketika masyarakat di suruh kerja bakti, kita sebagai anak-anak sangat senang. Senang karena bisa dapat upah bantu orang tua, bantu tetangga, dan lain-lain.

Hadiahnya bukan uang, paling minuman dingin. Maklum, waktu kecil, minuman dingin menjadi idola. Apalagi kalai ada tetangga yang janjikan es lilin yang di dalamnya ada kajang ijo, hm.... satu kampung anak-anak sebayaku datang membantu. Es lilin coi. hahahaa.

Setelah beranjak besar, betul, saya jarang ikut kerja bakti lagi. Yah, bukan karena malas. Sebenarnya karena belum miliki rumah sendiri saja. :)

Kembali ke Dangerakko, gerakan kerja bakti yang dilaksanakan warganya tersebar luas setelanya. Yah, tentu itu karena Pak Lurah ngasih bukti ke kita lewat media sosial. Salut bos.

Kalau sudah begitu, bukan lagi kerja bakti yang dibuat-buat dalam laporan. Tapi, itu adalah kerja bukti. :)

0 Response to "Kerja Bakti dan Kerja Bukti"